Sebuah bangunan berasal dari beberapa bagian, yang mana akhirnya membentuk satu kesatuan bangunan. Semua elemen konstruksi yang harus ada pada sebuah hunian memiliki fungsi dan kegunaan yang saling berkaitan. Sehingga hampir tidak mungkin buat rumah tanpa memastikan seluruh bagian konstruksinya ada.

Elemen Wajib Konstruksi Bangunan

Konstruksi bangunan dibagi menjadi dua kelompok besar. Bagian bawah sebagai penopang konstruksi dan bagian atas untuk menaungi keseluruhan bangunan. Semua saling berkaitan dan hampir tidak mungkin menghapus salah-satunya. Sebagai penambahan pengetahuan mengenai konstruksi bangunan, yuk ketahui bagian konstruksi apa saja sih yang termasuk wajib keberadaannya!

Baca juga : Ini Loh! Urutan Proses Pembangunan Rumah Dengan Dua Lantai Yang Mudah Diikuti!

1. Pondasi Sebagai Landasan Bangunan 

Membangun rumah 2 lantai atau hanya satu lantai haruslah untuk membuat pondasi. Bahkan walau tidak membuat rumah dengan 2 lantai, kontraktor cenderung menyarankan pondasi yang kokoh untuk dua lantai, bila nanti di masa depan ada keinginan merenovasi. Fungsinya sebagai penopang keseluruhan bangunan dipilih material kuat seperti beton yang dipadatkan dengan vibrator beton. Sebagai kekuatan extra disa ditambahkan floor herdener sebagai pondasi yang kokoh.

2. Balok Beton

Agar beban pondasi bisa kokoh meneruskan beban bangunan ke dalam tanah, balok beton memiliki tugas lain. Kemampuan tanah menahan bangunan berbeda-beda dan balok beton membebani beban bangunan pondasi di bawahnya.

3. Konstruksi Dinding 

Sebagai bagian penopang yang meneruskan antara lantai dasar dan lantai berikutnya dibuatlah dinding. Konstruksi bangunan membuat dinding disekeliling bangunan menjadi pemisah untuk area indoor dan outdoor. Pembagi-bagi ruangan pun ditentukan dengan adanya tembok dalam hunian. Posisi dinding pada tengah bangunan juga berfungsi menjadi penopang untuk menahan beban konstruksi bangunan pada bagian atas. kekuatan dinding juga bergantung pada material dan juga tampilan akhir. Dinding bambu mencetuskan sentuhan tradisional dan bukan penopang yang kuat. Dinding dengan batu-bata atau beton termasuk jenis tembok permanen yang dapat diandalkan kekuatannya. Sedangkan paduan antara ketiga material tersebut menciptakan dinding semi-permanen.

4 Ventilasi Bangunan 

Pembuatan bangunan juga harus memastikan hawa dalam rumah cukup nyaman bagi penghuni rumah. Jadi, pada konstruksi bangunan diperlukan ventilasi sebagai pemngatur pertukaran udara dalam ruangan dengan area bagian luar rumah. Ventilasi bisa berbentuk satuan jendela dan pintu, adanya lubang angin atau exhaust pada ruangan, biasanya diposisikan diatas dan berada diruang dapur. Tampilannya juga harus terlihat elok baik dari dalam maupun luar.

5. Kuda-Kuda Konstruksi

Adanya berbagai penopang bagian dalam atau lebih dikenal sebagai kuda-kuda memberikan dukungan memadai bagi semua elemen ruangan bagian atas. Sederhananya, konstruksi bangunan ini bermanfaat membuat kokoh usuk, reng, dan genting diatas atap. Material yang digunakan umumnya terbuat dari baja ringan atau kayu.

6. Bagian Atap

Sebagai bagian teratas, atap bisa dibangun setelah bagian konstruksi bangunan lainnya sudah terselesaikan. Atap berfungsi sebagai pelindung hunian dari perubahan cuaca. Bentuk atap disesuaikan dengan gaya bangunan yang sudah ditetapkan pemilik rumah. Selain itu atap juga perlu memperhatikan kekuatan yang mencegah kebocoran serta saluran pembuangan air dari atas ke bawah.

Konstruksi bangunan melibatkan beberpa proses dengan material serta hitungan yang tidak bisa asal. Semua bagian tersebut harus ada dan sama penting dalam sebuah bangunan kokoh. Kadang digunakan juga material tertentu untuk memastikan konstruksi semakin kuat. Penggunaan vibrator beton, waterproofing, floor hardener dan pemadat beton menjadi tambahan extra untuk memberikan kekuatan yang dibutuhkan sebuah bangunan agar dapat berdiri tegak.