Rumah dengan dua lantai adalah struktur rumah umum di area perkotaan yang minim lahan. Selain menambah ruangan, bentuk hunian dengan dua lantai cukup apik untuk digunakan para kontraktor rumah yang diterapkan sebagai area perumahan kompleks. Bentuknya yang cenderung simple dan memanfaatkan area yang ada bahkan bisa jadi renovasi rumah bila menginginkan adanya penambahan keatas.

Tahapan Pembangunan Rumah 2 Lantai

Hunian berlantai dua bisa dibuat dari awal atau menjadi tambahan atau hasil renovasi rumah yang sudah ada. Kami Wahanacipta.co.id menyarankan pembangunan dengan perencanaan matang diawali dengan pembuatan pondasi yang kuat untuk dapat menopang beban dua lantai. Keseluruhan proses dilaksanakan secara bertahap sebagai berikut.

1. Perencanaan Desain Rumah

Semua pembangunan selalu dimulai dari pencanaan. Tata letak menjadi hal penting untuk dimana meletakan tangga serta juga pembuatan pondasi yang kuat. Gambaran besar rumah juga memudahkan perhitungan rencana anggaran sesuai dengan material yang diinginkan. Penetapan fungsi tiap ruangan akan nantinya digunakan untuk kebutuhan apa juga menjadi hal penting yang dilakukan sebagai bagian dari perencanaan. Keseluruhan proses pembangunan bisa berjalan dengan baik bila direncanakan dengan matang.

2. Memeriksa Struktur Bangunan 

Setelah memutuskan sebuah desain bangunan, hal berikutnya yang disiapkan adalah meninjau lokasi bangunan. Bila akan membuat renovasi maka lihat struktur bangunan awal yang akan ditambah jadi dua lantai. Apakah sesuai untuk dibangun jadi dua lantai atau pondasinya kurang kuat dan harus dibuat dari awal. Membangun rumah yang memiliki dua lantai paling penting untuk punya pondasi yang kuat, tanpanya maka konstruksi sampai 2 lantai menjadi tidak mungkin.

3. Pengujian Struktur Bangunan

Pengujian Struktur Bangunan

Setelah perencanaan dan lokasi sudah diperiksa. Maka dimulailah pembangunan tahap awal. proses dimulai dengan membangun lantai satu terlebih dahulu. Namun bukan hanya semata membangun ruangan, namun memastikan ada topangan yang kokoh untuk dijadikan dua lantai. Dilakukan pengujian kelayakan beberapa struktur dasar sebelum bisa beralih kepembangunan lantai berikutnya.

  • Pondasi 

Dibuat pondasi yang sesuai ukuran yang telah ditetapkan kontraktor. Setelah kering kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaaan apakah pondasi cukup kuat dan dilihat adakah keretakan pada pondasi yang sudah dibangun. Bila ada kegagalan tes uji kelayakan maka pondasi harus dibuat ulang sampai yakin dengan kekuatannya.

  • Sloof 

Pastikan juga tinggi sloof mencapai 20 cm. Sloof dan ketebalan pondasi saling berkaitan dan keduanya harus lulus kelayakan untuk dapat dibuat menjadi bangunan dua lantai.

  • Kolom Dan Ring Balok

Agar pondasi kuat maka dibuat kolom diantaranya. Bila kolom struktur keras, maka cukup kokoh untuk menahan beban. keberadaan ring balok juga menentukan tingkat ekuatan bangunan untuk dibuat sampai dua lantai.

4. Memasang Pelat lantai 

Setelah pondasi dan lantai satu sudah dibangun. Berikutnya memasang pelat lantai atau dak sebagai pondasi untuk rumah bertingkat lainnya. Sistem pemasangan bisa menggunakan banyak metode. Ada yang membuat dak beton ada juga keramik komposit beton (dak keraton) dengan berbagai keuntungannya masing-masing.

Baca juga: Tips Cermat Merenovasi Atap Rumah Sebelum Tiba Musim Hujan

5. Pemasangan Tangga 

Pemasangan Tangga

Hitung dengan benar awal tangga, akhir tangga dan jumlah anak tangganya. Baik pemasangan tangga putar atau tangga menurun semua disesuaikan dengan desain yang diinginkan oleh penghuni rumah. Pemasangan tangga harus jelas agar terpasang dengan baik.

6. Penempatan Area Basah

Penempatan area basah seperti kamar mandi, wastafel, dan toilet diurutkan dengan area pembuangan. Usahakan area basah di lantai satu dan dua posisi tegak lurus. Pemasangan yang benar untuk mencegah kebocoran pipa dan menyebabkan kelembaban.