Hujan asam adalah hujan yang mengandung asam dengan pH di bawah 5,6. Terjadinya hujan asam disebabkan oleh senyawa tertentu yang larut dalam air hujan. Asam yang meningkat dan larut dalam hujan dapat membahayakan lingkungan sekitar kita, tidak terkecuali kita sendiri dapat menjadi korbannya.

Bagaimana Proses Terjadinya Hujan Asam?

Hujan adalah fenomena yang alami untuk menjaga keseimbangan di bumi ini. Hujan terjadi dari proses air laut dan sungai yang menguap ke udara hingga menjadi uap air. Uap air akan memadat dan membentuk awan. Kemudian uap air akan mengalami kondensasi hingga membentuk embun. Selanjutnya angin akan mengumpulkan awan-awan kecil menjadi awan besar dan berubah menjadi kelabu. Titik-titik air akan semakin banyak sehingga menjadi hujan yang turun ke bumi. Itulah proses singkat terjadinya hujan secara alami.

Proses Terjadinya Hujan Asam

Hujan asam mempunyai proses yang sama, hanya saja sumber hujan asam berbeda dari hujan alami. Hujan asam adalah pertemuan uap air dengan gas karbondioksida, hidrogen sulfur, sulfur dioksida, dan karbon monoksida. Bila hal ini berlangsung lama, maka akan membahayakan makhluk hidup, termasuk manusia itu sendiri. Sebab hujan dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti pembangkit listrik, sawah tadah hujan, sumber air bersih, budidaya ikan, dan lain-lain.

Dampak hujan asam mulai dapat kita rasakan. Bisa kita lihat erosi terjadi di banyak daerah, kesuburan tanah mulai berkurang, hewan-hewan yang tidak tahan dengan kandungan asam tinggi akan cepat mati, begitu pula bangunan-bangunan dapat terkena dampak hujan asam. Inilah salah satu alasan kontraktor bangunan harus memutar otak agar gedung yang mereka bangun tidak mudah rusak akibat hujan asam.

Dampak Hujan Asam Terhadap Bangunan

Bangunan berupa gedung hingga rumah bisa terkena dampak hujan asam. Hal ini disebabkan asam yang terkandung dalam hujan bersifat korosif dan merusak benda-benda di lingkungan kita. Kontraktor rumah juga perlu memiliki banyak akal supaya rumah yang mereka bangun tidak mudah rusak akibat hujan asam.

Inilah dampak hujan asam terhadap bangunan :

1. Dinding mudah retak.

Kita sering menjumpai dinding yang retak pada rumah maupun gedung. Selain pengadukan konvensional, hujan asam juga mempercepat keretakan dinding. Keretakan dinding dibagi menjadi dua: retak struktur dan retak rambut. Retak struktur berbentuk horizontal sedangkan retak rambut berupa garis-garis tipis yang membentuk banyak retakan. Air hujan yang menembus dinding dapat merusak struktur dinding, berkembangnya jamur, dan merusak cat.

2. Pengelupasan cat.

Pengelupasan cat terjadi pada lapisan cat yang telah lama dilakukan. Cat bersifat makin lama maka akan semakin keras, sehingga tidak bisa mengikuti pergerakan dinding. Kualitas cat akan mempengaruhi cepatnya pengelupasan cat. Begitu pula asam yang terkandung pada air hujan, akan menimbulkan noda pada dinding.

Baca juga: Tips Cermat Merenovasi Atap Rumah Sebelum Tiba Musim Hujan

3. Merusak marmer dan batuan pada dinding.

Hujan asam dapat merusak batu pada dinding karena mengandung kalsium karbonat, meninggalkan Kristal pada batuan ketika menguap. Kristal inilah yang membuat batuan dan marmer akan ringkih jika tidak diberi perlindungan yang tepat. Dikhawatirkan marmer akan cepat rusak, sementara batuan pada dinding mengurangi kokohnya bangunan.

Hujan asam telah menjadi masalah bagi kontraktor Jakarta karena tingginya polusi udara. Hujan yang terjadi bukan lagi hujan alami, melainkan air dengan campuran polusi udara. Selain merusak dinding, pengelupasan cat, dan batuan, hujan asam juga mempercepat usia logam serta beton pada dinding. Dikhawatirkan bangunan yang tidak kokoh akan mudah retak hingga roboh. Bila tidak segera dicari solusinya, masalah ini akan menjadi semakin serius.